Kau hadir dengan sejuta pesonamu, kau hembuskan kalimah kelembutan penyejuk Qalbu, kalimah cinta menyesakkan hati, tutur katamu manggambarkan akan keimanan dan kecerdasan emosional serta intelektualmu, menarikku memasuki sebuah taman keindahan walau hanya terlihat samar, itulah taman angan. Sungguh tak dapat ku menampik semua itu, aku hanyalah sesosok hamba-Nya yang lemah, aku bukanlah mahluk-Nya yang sempurna. Tak dapat banyak ku pergunakan fikir dalam hal ini, perasalah yang banyak bermain dan bicara bersamaku. Sungguh aku ingin kau tahu akan semua bisik hatiku, seluruh rintih jiwaku ketika ku tahu bukan hanya aku dalam taman itu, kecewalah yang akhirnya menyapaku. Keindahan telah membutakanku, telah menutup seluruh yang ada padaku dan menggagalkanku dalam menjaga hati, menjaga keshalihahanku serta menjaga cinta milik-Nya dan calon suamiku. Ku harap kau tahu akan sifat yang ada padaku, sifat yang ada pada seluruh saudari-saudariku. Pesanku padamu, jangan kau lakukan itu, kau tebarkan pesonamu pada kami yang bukan mahrommu, kau terbangkan kami dengan sejuta kata mesramu, dengan beribu keindahan sifat dan akhlakmu. Pernahkah kau bayangkan sedang apa calon istri sejatimu saat kau sibuk menanam benih pohon kekaguman untukmu pada kami? Ketika kau sibuk menceritakan seluruh tentangmu pada kami? Pernahkah kau bayangkan kecewa yang akan dirasakan olehnya? Ketika ia sibuk menjaga diri serta keshalihahannya untukmu, sibuk memproteksi diri akan tipu rayu yang diberikan oleh saudara-saudaramu dalam penantiannya untuk kehadiranmu. Dengan penuh cinta untuk saudari-saudariku, ku harap akan pengertianmu. Akan kesetiaan pada calon istrimu yang setia bersama kesholihahan dan cintanya untukmu dalam menanti kehadiranmu, keshalihanmu dan cintamu untuknya.
Mahluk-Nya yang lemah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar