Minggu, 29 Agustus 2010

Cerita simiskin dan kapaknya

Aslmkm Wr.Wb.
sobat semuanya, kisah ni hanyalah sebuah cerita fiktif, tp gak ad salahnya kan kalau kita mengambil sebuah pelajaran darinya.
Ilmu i2 bisa kita dapatkan dari mana aj akan???
betul.. betul.. betul... :)

pada suatu tempat terdapat seorang yang suangad kaya (saking kayanya neh), sebut saja A, dy a/ seorang paruh baya yang kesehatannya sedang menurun pada belakangan ini.

beliau teringat pada ucapan seorang Ustad, mengenai alam kubur, bahwa Malaikat akan datang pada kita beserta pertanyaan2 selama 40 hari.
karena merasa takut, si A pun mengadakan sayembara, mencari seseorang yang akan menemaninya selama 40 hari d dalam makam yang difasilitasi 2 buah AC, pemanas ruangan, tempat tidur dan dilengkapi dengan makanan yang tidak akan habis selama 40 hari pada saat dirinya meninggal nanti. (lengkapan perabot makam dari pada perabot rumah ana, huehehehe...... ^_^ v)

jelas aja, enggak seorang pun yang mw nerima, siapa jg yg mw nemenin mayit dalam kubur, selama 40 hari lagi.. betul gak??

karena tidak ad satu pun yg bersedia, akhirnya hadiah pun di tambah dengan separuh harta yg akan diberikan kpd siapa saja yang bersedia.

mendengar berita tersebut, datanglah seorang miskin beserta kapak yang selalu menemaninya, karena hanya itu satu"nya harta-benda yg dia miliki. Ia bersedia mendaftarkan diri untuk menemani sang mayit d dalam kubur, dan ternyata dia lah satu2nya orang yang bersedia.

tidak lama kemudian A pun meninggal, dan dimulailah pekerjaan sang miskin.
beberapa menit setelah i2, tiba2 datang 2 sosok bertubuh besar.

"Maaf kalian siapa??" tanya si miskin.
"Kami Malaikat." jawab keduanya.
"Oh.. Om Malaikat, Om Malaikat mw ngapain?" tanya sang miskin kemudian dengan polosnya (polos ap dudul y sebenarnya? @_@).
"Kami ingin menanyakan mengenai amal yang telah dikerjakan oleh sang Mayit"
"Maaf Om Malaikat, kalo mau nanya sama saya aj, soalnya saya di bayar untuk mewakilkan mayit menjawab semua pertanyaan dari Om Malaikat."
"Baik kalau begitu, harta-benda ap yg kamu miliki d dunia?" pertanyaan Malaikat yg pertama.
"Cuma ini yg saya punya." jawab si miskin menunjukkan kapaknya.
"Dari mana kamu mandapatkannya?" Pertanyaan berikutnya.
"Saya beli."
"dari mana kamu mendapatkan uang untuk membellinya?"
"uangnya saya dapat dari hasil keringat saya bekerja."

pertanyaan pun berlanjut, masih mengenai hal yang sama "sebuah kapak."
tanpa terasa 40 hari pun telah berlalu.

"Wooiii... Pak... udah 40 hari nih, hadianya mau di ambil gak?" terdengar teriakan seseorang dari atas makam.
"Duh.. Om Malaikat, udah 40 hari nih, tugas saya udah selesai, saya naik dulu y.." tutur si miskin.
"Eiiitt..... mau keman kamu...??? pertanyaannya belum selesai." sahut malaikat dan menarik si miskin yang hendak naik.

beberapa menit kemudian, si miskin pun keluar dari dalam makam.

"Ini pak hadianya." terdengar suara seseorang yang berdiri d depannya.
"Enggak, saya enggak mau, punya kapak satu aj 40 hari gak selesai pertanyaannya." tutur si miskin dan kemudian pergi tanpa membawa sedikit pun hadiah yang telah disepakati sebelumnya.


Nah loh...
40 hari aj kurang buat pertanyaan mengenai sebuah kapak yang didapatkan secara halal.
bagaimana dengan kita????
siapkah kita menghadapinya saat giliran kita tiba nanti???

Wllahua'lam.
Anisah Peranita
090110
Wslmkm. Wr.Wb.

1 komentar:

  1. mantap dah critanya,cerpen yg mncakup smuanya walaupun diselingi bebrapa sdkit lelucon,tp esensi dr crta ttp pd jlrnya.100wat nisa.
    buat lagi yah ^_^

    BalasHapus