Kau hadir dengan sejuta pesonamu, kau hembuskan kalimah kelembutan penyejuk Qalbu, kalimah cinta menyesakkan hati, tutur katamu manggambarkan akan keimanan dan kecerdasan emosional serta intelektualmu, menarikku memasuki sebuah taman keindahan walau hanya terlihat samar, itulah taman angan. Sungguh tak dapat ku menampik semua itu, aku hanyalah sesosok hamba-Nya yang lemah, aku bukanlah mahluk-Nya yang sempurna. Tak dapat banyak ku pergunakan fikir dalam hal ini, perasalah yang banyak bermain dan bicara bersamaku. Sungguh aku ingin kau tahu akan semua bisik hatiku, seluruh rintih jiwaku ketika ku tahu bukan hanya aku dalam taman itu, kecewalah yang akhirnya menyapaku. Keindahan telah membutakanku, telah menutup seluruh yang ada padaku dan menggagalkanku dalam menjaga hati, menjaga keshalihahanku serta menjaga cinta milik-Nya dan calon suamiku. Ku harap kau tahu akan sifat yang ada padaku, sifat yang ada pada seluruh saudari-saudariku. Pesanku padamu, jangan kau lakukan itu, kau tebarkan pesonamu pada kami yang bukan mahrommu, kau terbangkan kami dengan sejuta kata mesramu, dengan beribu keindahan sifat dan akhlakmu. Pernahkah kau bayangkan sedang apa calon istri sejatimu saat kau sibuk menanam benih pohon kekaguman untukmu pada kami? Ketika kau sibuk menceritakan seluruh tentangmu pada kami? Pernahkah kau bayangkan kecewa yang akan dirasakan olehnya? Ketika ia sibuk menjaga diri serta keshalihahannya untukmu, sibuk memproteksi diri akan tipu rayu yang diberikan oleh saudara-saudaramu dalam penantiannya untuk kehadiranmu. Dengan penuh cinta untuk saudari-saudariku, ku harap akan pengertianmu. Akan kesetiaan pada calon istrimu yang setia bersama kesholihahan dan cintanya untukmu dalam menanti kehadiranmu, keshalihanmu dan cintamu untuknya.
Mahluk-Nya yang lemah.
Selasa, 31 Agustus 2010
Agar Tetap Fit Saat Puasa
Benar, tidurnya orang puasa adalah ibadah yang bernilai pahala. Tapi itu juga tidak dapat dijadikan dalil bagi kamu untuk menghabiskan sepanjang hari di bulan Ramadhan dengan tidur sampai bedug Maghrib menjelang, bukan? Rasulullah bersabda, “Al harokatu barokah” artinya, bergerak itu mendatangkan keberkahan. Penelitian Alan Cot dari Rumah Sakit Grace Square, New York, menyebutkan bahwa orang puasa yang menghabiskan waktunya dengan tidur akan cepat merasakan lapar dan dahaga dibandingkan dengan mereka yang beraktivitas seperti biasa. Hal ini karena, saat beraktivitas itu makanan cadangna dan lemak yang lama tertimbun di dalam badan akan menjagamu untuk tetap menyediakan energi untuk tetap menyediakan energi untuk kamu braktivitas.
So, apa yang bisa kamu lakukan untuk tetap aktif selama shaum? Check it out!
1. Perbanyak Tadarus Al-Qur’an
Peristiwa sejarah apa yang kamu paling kamu ingat saat bulan Ramadhan?
Yap! Turunnya Al-Qur’an yang sekaligus menjadi tanda diangkatnya Nabi Muhammad SAW sebagai Rasul Allah. Firman Allah, “Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelaan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil).” (Q.S. Al-Baqarah: 185) Maka, enggak lucu kan kalau dalam bulan diturunkannya Al-Qur’an, kamu sendiri justru malas membacanya. Masih malas juga? Coba ikutan tadarus yang biasanya banyak diadakn oleh majelis-majelis ilmu di Masjid. Biasanya, kegiatan tadarus Al-Qur’an bersama ini marak banget saat bulan puasa, bukan Cuma buat Ibu-ibu atau Bapak-bapak, tapi juga buat remaja.
2. I’tikaf
Betul, I’tikaf artinya berdiam diri. Tapi diam di sini bukan tanpa berbuat apa-apa. I’tikaf yang dianjurkan dalam bulan Ramadhan adalah I’tikaf yang menyebabkan kita merasa dekat pada sang Rabb. Dengan berdzikir, memuhasabahi diri, atau melakukan amalan sunnah lainnya. I’tikaf ini memang sangat dianjurkan sebagai tambahan di bulan Ramadhan.
3. Silaturrahim
Ada yang salah persepsi mengenai anjuran Silaturrahim di bulan Ramadhan. Banyak orang mengiura bahwa Silaturrahim hanya dilakukan saat lebaran tiba. betul, tapi pahala silaturrahim saat puasa juga sangatlah besar. Makannya, sebelum Ramadhan berakhir, coba buat daftar orang-orang yang sudah lama tak kamu kunjungi. Misalnya Guru SD, atau teman-teman dll. Selain silaturrahim yang besar di bulan Ramadhan, Rasulullah juga menyebutkan manfaat silaturrahim sebagai formula anti ageing (karena memperpanjang umur) dan memperluas rizki.
4. Bantu-bantu ortu
Dari pada bengong dan mumpung kamu banyak waktu, enggak salah kalau kamu sedikit meluangkan waktu untuk sekedar bantu nyokap mempersiapkan hidangan berbuka atau bikin kue lebaran. Dijamin, selain eggak berasa puasa, kamu juga bakal punya chemistry yang lebih dekat dengan orang tua kamu.
5. Olah raga
Duh, kok malah olah raga sih? Nanti kalau keringetan bagaimana? Sabar guys! Olah raga itu penting. Bikin badan segar. Mengeluarkan lemak jenuh dalam tubuh. Kalau kamu terbiasa olah raga yang berat di hari-hari biasa, Ramadhan ini, mungkin menu olah raganya cukup jogging aja. Yang penting tetap berolah raga, biar badan fresh dan enggak bikin ngantuk.
6. Baca, baca, baca!
Melahap apa yang tidak membatalkan puasa? Melahap buku? Tul! Membaca adalah kegiatan yang memacu kamu untuk sanantiasa produktif. Karena dengan mambaca, wawasan kamu bisa lebih terbuka. Kemudian kamu bakal banyak dapat inspirasi dari buku-buku bacaan tersebut. Inspirasi ini penting banget untuk memacu produktifitas kamu, lho!
7. Bikin karya
Dari pada main petasan saat Ramadhan, ngegangu orang, disumpahin yang jelek-jelek sama orang, yang bikin ibadah puasa kamu ternoda, lebih baik kamu bikin karya sebanyak-banyaknya saat Ramadhan. Bisa apa saja. Menulis cerpen , novel atau puisi. Bisa juga bikin kreasi asik dari berbagai keterampilan tangan. Whatever lah!selama itu membawa manfaat dan syukur-syukur mendatangkan income, kenapa eggak dicoba?
Source: Annida, Sept’ 08
So, apa yang bisa kamu lakukan untuk tetap aktif selama shaum? Check it out!
1. Perbanyak Tadarus Al-Qur’an
Peristiwa sejarah apa yang kamu paling kamu ingat saat bulan Ramadhan?
Yap! Turunnya Al-Qur’an yang sekaligus menjadi tanda diangkatnya Nabi Muhammad SAW sebagai Rasul Allah. Firman Allah, “Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelaan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil).” (Q.S. Al-Baqarah: 185) Maka, enggak lucu kan kalau dalam bulan diturunkannya Al-Qur’an, kamu sendiri justru malas membacanya. Masih malas juga? Coba ikutan tadarus yang biasanya banyak diadakn oleh majelis-majelis ilmu di Masjid. Biasanya, kegiatan tadarus Al-Qur’an bersama ini marak banget saat bulan puasa, bukan Cuma buat Ibu-ibu atau Bapak-bapak, tapi juga buat remaja.
2. I’tikaf
Betul, I’tikaf artinya berdiam diri. Tapi diam di sini bukan tanpa berbuat apa-apa. I’tikaf yang dianjurkan dalam bulan Ramadhan adalah I’tikaf yang menyebabkan kita merasa dekat pada sang Rabb. Dengan berdzikir, memuhasabahi diri, atau melakukan amalan sunnah lainnya. I’tikaf ini memang sangat dianjurkan sebagai tambahan di bulan Ramadhan.
3. Silaturrahim
Ada yang salah persepsi mengenai anjuran Silaturrahim di bulan Ramadhan. Banyak orang mengiura bahwa Silaturrahim hanya dilakukan saat lebaran tiba. betul, tapi pahala silaturrahim saat puasa juga sangatlah besar. Makannya, sebelum Ramadhan berakhir, coba buat daftar orang-orang yang sudah lama tak kamu kunjungi. Misalnya Guru SD, atau teman-teman dll. Selain silaturrahim yang besar di bulan Ramadhan, Rasulullah juga menyebutkan manfaat silaturrahim sebagai formula anti ageing (karena memperpanjang umur) dan memperluas rizki.
4. Bantu-bantu ortu
Dari pada bengong dan mumpung kamu banyak waktu, enggak salah kalau kamu sedikit meluangkan waktu untuk sekedar bantu nyokap mempersiapkan hidangan berbuka atau bikin kue lebaran. Dijamin, selain eggak berasa puasa, kamu juga bakal punya chemistry yang lebih dekat dengan orang tua kamu.
5. Olah raga
Duh, kok malah olah raga sih? Nanti kalau keringetan bagaimana? Sabar guys! Olah raga itu penting. Bikin badan segar. Mengeluarkan lemak jenuh dalam tubuh. Kalau kamu terbiasa olah raga yang berat di hari-hari biasa, Ramadhan ini, mungkin menu olah raganya cukup jogging aja. Yang penting tetap berolah raga, biar badan fresh dan enggak bikin ngantuk.
6. Baca, baca, baca!
Melahap apa yang tidak membatalkan puasa? Melahap buku? Tul! Membaca adalah kegiatan yang memacu kamu untuk sanantiasa produktif. Karena dengan mambaca, wawasan kamu bisa lebih terbuka. Kemudian kamu bakal banyak dapat inspirasi dari buku-buku bacaan tersebut. Inspirasi ini penting banget untuk memacu produktifitas kamu, lho!
7. Bikin karya
Dari pada main petasan saat Ramadhan, ngegangu orang, disumpahin yang jelek-jelek sama orang, yang bikin ibadah puasa kamu ternoda, lebih baik kamu bikin karya sebanyak-banyaknya saat Ramadhan. Bisa apa saja. Menulis cerpen , novel atau puisi. Bisa juga bikin kreasi asik dari berbagai keterampilan tangan. Whatever lah!selama itu membawa manfaat dan syukur-syukur mendatangkan income, kenapa eggak dicoba?
Source: Annida, Sept’ 08
Minggu, 29 Agustus 2010
Cerita simiskin dan kapaknya
Aslmkm Wr.Wb.
sobat semuanya, kisah ni hanyalah sebuah cerita fiktif, tp gak ad salahnya kan kalau kita mengambil sebuah pelajaran darinya.
Ilmu i2 bisa kita dapatkan dari mana aj akan???
betul.. betul.. betul... :)
pada suatu tempat terdapat seorang yang suangad kaya (saking kayanya neh), sebut saja A, dy a/ seorang paruh baya yang kesehatannya sedang menurun pada belakangan ini.
beliau teringat pada ucapan seorang Ustad, mengenai alam kubur, bahwa Malaikat akan datang pada kita beserta pertanyaan2 selama 40 hari.
karena merasa takut, si A pun mengadakan sayembara, mencari seseorang yang akan menemaninya selama 40 hari d dalam makam yang difasilitasi 2 buah AC, pemanas ruangan, tempat tidur dan dilengkapi dengan makanan yang tidak akan habis selama 40 hari pada saat dirinya meninggal nanti. (lengkapan perabot makam dari pada perabot rumah ana, huehehehe...... ^_^ v)
jelas aja, enggak seorang pun yang mw nerima, siapa jg yg mw nemenin mayit dalam kubur, selama 40 hari lagi.. betul gak??
karena tidak ad satu pun yg bersedia, akhirnya hadiah pun di tambah dengan separuh harta yg akan diberikan kpd siapa saja yang bersedia.
mendengar berita tersebut, datanglah seorang miskin beserta kapak yang selalu menemaninya, karena hanya itu satu"nya harta-benda yg dia miliki. Ia bersedia mendaftarkan diri untuk menemani sang mayit d dalam kubur, dan ternyata dia lah satu2nya orang yang bersedia.
tidak lama kemudian A pun meninggal, dan dimulailah pekerjaan sang miskin.
beberapa menit setelah i2, tiba2 datang 2 sosok bertubuh besar.
"Maaf kalian siapa??" tanya si miskin.
"Kami Malaikat." jawab keduanya.
"Oh.. Om Malaikat, Om Malaikat mw ngapain?" tanya sang miskin kemudian dengan polosnya (polos ap dudul y sebenarnya? @_@).
"Kami ingin menanyakan mengenai amal yang telah dikerjakan oleh sang Mayit"
"Maaf Om Malaikat, kalo mau nanya sama saya aj, soalnya saya di bayar untuk mewakilkan mayit menjawab semua pertanyaan dari Om Malaikat."
"Baik kalau begitu, harta-benda ap yg kamu miliki d dunia?" pertanyaan Malaikat yg pertama.
"Cuma ini yg saya punya." jawab si miskin menunjukkan kapaknya.
"Dari mana kamu mandapatkannya?" Pertanyaan berikutnya.
"Saya beli."
"dari mana kamu mendapatkan uang untuk membellinya?"
"uangnya saya dapat dari hasil keringat saya bekerja."
pertanyaan pun berlanjut, masih mengenai hal yang sama "sebuah kapak."
tanpa terasa 40 hari pun telah berlalu.
"Wooiii... Pak... udah 40 hari nih, hadianya mau di ambil gak?" terdengar teriakan seseorang dari atas makam.
"Duh.. Om Malaikat, udah 40 hari nih, tugas saya udah selesai, saya naik dulu y.." tutur si miskin.
"Eiiitt..... mau keman kamu...??? pertanyaannya belum selesai." sahut malaikat dan menarik si miskin yang hendak naik.
beberapa menit kemudian, si miskin pun keluar dari dalam makam.
"Ini pak hadianya." terdengar suara seseorang yang berdiri d depannya.
"Enggak, saya enggak mau, punya kapak satu aj 40 hari gak selesai pertanyaannya." tutur si miskin dan kemudian pergi tanpa membawa sedikit pun hadiah yang telah disepakati sebelumnya.
Nah loh...
40 hari aj kurang buat pertanyaan mengenai sebuah kapak yang didapatkan secara halal.
bagaimana dengan kita????
siapkah kita menghadapinya saat giliran kita tiba nanti???
Wllahua'lam.
Anisah Peranita
090110
Wslmkm. Wr.Wb.
sobat semuanya, kisah ni hanyalah sebuah cerita fiktif, tp gak ad salahnya kan kalau kita mengambil sebuah pelajaran darinya.
Ilmu i2 bisa kita dapatkan dari mana aj akan???
betul.. betul.. betul... :)
pada suatu tempat terdapat seorang yang suangad kaya (saking kayanya neh), sebut saja A, dy a/ seorang paruh baya yang kesehatannya sedang menurun pada belakangan ini.
beliau teringat pada ucapan seorang Ustad, mengenai alam kubur, bahwa Malaikat akan datang pada kita beserta pertanyaan2 selama 40 hari.
karena merasa takut, si A pun mengadakan sayembara, mencari seseorang yang akan menemaninya selama 40 hari d dalam makam yang difasilitasi 2 buah AC, pemanas ruangan, tempat tidur dan dilengkapi dengan makanan yang tidak akan habis selama 40 hari pada saat dirinya meninggal nanti. (lengkapan perabot makam dari pada perabot rumah ana, huehehehe...... ^_^ v)
jelas aja, enggak seorang pun yang mw nerima, siapa jg yg mw nemenin mayit dalam kubur, selama 40 hari lagi.. betul gak??
karena tidak ad satu pun yg bersedia, akhirnya hadiah pun di tambah dengan separuh harta yg akan diberikan kpd siapa saja yang bersedia.
mendengar berita tersebut, datanglah seorang miskin beserta kapak yang selalu menemaninya, karena hanya itu satu"nya harta-benda yg dia miliki. Ia bersedia mendaftarkan diri untuk menemani sang mayit d dalam kubur, dan ternyata dia lah satu2nya orang yang bersedia.
tidak lama kemudian A pun meninggal, dan dimulailah pekerjaan sang miskin.
beberapa menit setelah i2, tiba2 datang 2 sosok bertubuh besar.
"Maaf kalian siapa??" tanya si miskin.
"Kami Malaikat." jawab keduanya.
"Oh.. Om Malaikat, Om Malaikat mw ngapain?" tanya sang miskin kemudian dengan polosnya (polos ap dudul y sebenarnya? @_@).
"Kami ingin menanyakan mengenai amal yang telah dikerjakan oleh sang Mayit"
"Maaf Om Malaikat, kalo mau nanya sama saya aj, soalnya saya di bayar untuk mewakilkan mayit menjawab semua pertanyaan dari Om Malaikat."
"Baik kalau begitu, harta-benda ap yg kamu miliki d dunia?" pertanyaan Malaikat yg pertama.
"Cuma ini yg saya punya." jawab si miskin menunjukkan kapaknya.
"Dari mana kamu mandapatkannya?" Pertanyaan berikutnya.
"Saya beli."
"dari mana kamu mendapatkan uang untuk membellinya?"
"uangnya saya dapat dari hasil keringat saya bekerja."
pertanyaan pun berlanjut, masih mengenai hal yang sama "sebuah kapak."
tanpa terasa 40 hari pun telah berlalu.
"Wooiii... Pak... udah 40 hari nih, hadianya mau di ambil gak?" terdengar teriakan seseorang dari atas makam.
"Duh.. Om Malaikat, udah 40 hari nih, tugas saya udah selesai, saya naik dulu y.." tutur si miskin.
"Eiiitt..... mau keman kamu...??? pertanyaannya belum selesai." sahut malaikat dan menarik si miskin yang hendak naik.
beberapa menit kemudian, si miskin pun keluar dari dalam makam.
"Ini pak hadianya." terdengar suara seseorang yang berdiri d depannya.
"Enggak, saya enggak mau, punya kapak satu aj 40 hari gak selesai pertanyaannya." tutur si miskin dan kemudian pergi tanpa membawa sedikit pun hadiah yang telah disepakati sebelumnya.
Nah loh...
40 hari aj kurang buat pertanyaan mengenai sebuah kapak yang didapatkan secara halal.
bagaimana dengan kita????
siapkah kita menghadapinya saat giliran kita tiba nanti???
Wllahua'lam.
Anisah Peranita
090110
Wslmkm. Wr.Wb.
Sabtu, 14 Agustus 2010
Bebek Jadi Angsa
Terdapat lima orang pelajar yang sedang berbincang seru pada sebuah cafe ternama di kota modern, mereka terdiri dari 3 orang laki-laki, yaitu Dito, Toska, dan Rezky. Serta 2 orang perempuan, yaitu Lilo dan Tika.
“Kalo menurut kamu Tos, wanita seperti apa sih yang dikatakan cantik dan berkualitas?” Tanya Tika pada Toska.
“Oh, udah pasti dong, dia yang punya wajah cantik, yang enggak ngebosenin saat dilihat, punya rambut lurus, hitam dan terlihat sangat indah, apa lagi kalau panjang dan dibiarkan begitu aja tanpa diikat-ikat, postur badannya tinggi,, langsing bukan langsung, terus.. kulitnya putih dong yang pasti.” Jawabnya yakin.
“Nah kalau kamu Dit?”
“Aku sih enggak usah jauh-jauh Tik, cukup lihat diri kamu saja sudah dapat jawaban dariku ko.” Jawab Dito dengan senyum mempesonanya, siapapun yang melihat pasti langsung jatuh ke jurang. Upss.. jatuh hati maksudnya.
“Ada yang kurang tuh.” Sambar Rezky tiba-tiba bagai petir.
“Apa?” Tanya keempatnya penasaran, sedangkan Lilo hanya tersenyum.
“Pintarnya enggak Cuma ngepas.” Jawab Resky dengan senyumnya.
“Iya kalau diibaratkan itu adalah putri angsa yang putih dan cantik.” Sambung Toska.
“Yups.. bukan putri bebek buruk rupa.” Resky melengkapi.
“Hahahaha………” Mereka berempat pun tertawa terbahak-bahak.
Lilo hanya dapat tersenyum, namun senyum Lilo bukanlah senyum kebahagiaan, Lilo merasa sangat malu kepada teman-temannya, apa yang baru saja dibicarakan oleh mereka sama sekali berbanding terbalik dengannya, dengan rambut keriting, wajah standar, dan kecerdasan yang ngepas, nilai-nilai di sekolah hanya mencapai kata lumayan, tidak terlalu bagus dan tidak juga terlalu buruk.
“Emm.. Btw lu kenapa diem aja Li?” Tanya Tika.
“Ups.. Sorry.. Kita enggak bermaksud nyindir ko.” Ucap Dito mengejek.
Selama perjalanan ia menjadi bahan ejekan, namun ia berusaha agar tidak mengindahkan ejekan teman-teman kepadanya. Tidak hanya pada saat itu saja teman-teman menjadikan ia sebagai bahan ejekan, pada saat di sekolah pun ia menjadi bahan ejekan, namun ia tetap bersabar.
Beberapa tahun kemudian saat sudah tamat dari sekolah, ia berubah, ia menggunakan pakaian yang memanjang ke bawah, lengkap dengan jilbab yang menjulur sampai perut.
“Umm…. Li.. Lilo?” Sapa seorang perempuan saat Lilo sedang berjalan menelusuri koridor sebuah gedung.
“Iya.. MasyaAllah.. Tika ya?” Sahut Lilo.
“Iya, wah… Sekarang kamu berubah ya.”
“Berubah? Apanya yang berubah Tik?” Tanya Lilo dengan senyum manis yang menghiasi wajahnya.
“Penampilan kamu makin cantik aja.”
“Innalillah.. ada-ada saja kamu Tik, aku yang sekarang ya tetap sama dengan aku yang dulu, sama dengan kamu, kamu juga tidak berubah, tetap cantik, tetap seperti putri angsa yang putih dan cantik serta kecerdasan yang sempurna dong tentunya.”
“Ah.. Kamu bisa aja Li.” Tika tersipu.
“Maaf Tik, aku harus buru-buru, aku jalan duluan ya, senang bisa jumpa dengan kamu.”
“Oh, iya Li, silahkan.”
“Assalammualaikum.”
“Wa.. Wa.. Waalaikummussalam.” Sahut Tika agak terbata-bata.
Setelah mengobrol selama beberapa menit mereka pun berpisah, Tika masih terkesima dengan penampilan Lilo yang benar-benar berubah dari Lilo yang ia kenal dulu. Mereka tidak sengaja bertemu pada sebuah gedung mewah yang akan menyelenggarakan seminar. Tidak lama kemudian acara pun dimulai, dan seorang wanita cantik dengan baju serta jilbab menjulur kebawah menaiki panggung yang telah tersedia, ia adalah pembicara inti pada seminar tersebut. Saat acara seminar usai, seluruh peserta pun berdiri dan memberikan uplost meriahnya, kalimat penutup diucapkan oleh MC, setelah itu peserta pun berhamburan mendekati pembicara yang tidak lain adalah Lilo.
“Lilo.” Terdengar suara seorang wanita memanggilnya.
Lilo mencari-cari sumber suara, dan kemudian ia menemukan seorang wanita dan tiga orang lelaki yang berdiri di sampingnya, dan tidak lain adalah Tika, Toska, Dito dan Resky. Lilo pun berjalan menghampiri mereka.
“Subhanallah, kalian rupanya, apa kabar?” Tegur Lilo.
“Baik, lu sendiri?” Sahut Dito.
“Ya elah Dit, elu mah bodohnya jangan kebangetan kenapa, enggak ngeliat apa orang baik-baik begitu, tambah cantik pula, iya enggak Li.” Celetuk Resky dengan kedipan sebelah matanya.
“Astaghfirullah.. aku Alhamdulillah baik-baik aja ko Dit.” Sahut Lilo.
“Umm… Aku salut banget deh sama kamu Li, perubahan kamu drastis banget.” Kata Tika.
“Iya benar, kamu itu berubah.” Sambung Toska.
Wajah Lilo pun menunjukkan kebingungan. “Berubah apanya?”
“Berubah pendapatku mengenai kriteria wanita cantik, wanita yang cantik itu yang seperti kamu Li, dengan gaun panjang dan rapat, plus jilbab yang menambah kecantikan kamu.” Jawab Resky.
“Berubah dari putri bebek jadi putri angsa.” Ucap mereka berempat kompak.
Lilo benar-benar kaget mendengarnya, tidak ada sepatah kata pun yang ia ucapkan, ia hanya dapat tersenyum, namun kali ini adalah senyum kebahagiaan, dan ia tidak lagi menjadi ejekan teman-temannya.
“Kalo menurut kamu Tos, wanita seperti apa sih yang dikatakan cantik dan berkualitas?” Tanya Tika pada Toska.
“Oh, udah pasti dong, dia yang punya wajah cantik, yang enggak ngebosenin saat dilihat, punya rambut lurus, hitam dan terlihat sangat indah, apa lagi kalau panjang dan dibiarkan begitu aja tanpa diikat-ikat, postur badannya tinggi,, langsing bukan langsung, terus.. kulitnya putih dong yang pasti.” Jawabnya yakin.
“Nah kalau kamu Dit?”
“Aku sih enggak usah jauh-jauh Tik, cukup lihat diri kamu saja sudah dapat jawaban dariku ko.” Jawab Dito dengan senyum mempesonanya, siapapun yang melihat pasti langsung jatuh ke jurang. Upss.. jatuh hati maksudnya.
“Ada yang kurang tuh.” Sambar Rezky tiba-tiba bagai petir.
“Apa?” Tanya keempatnya penasaran, sedangkan Lilo hanya tersenyum.
“Pintarnya enggak Cuma ngepas.” Jawab Resky dengan senyumnya.
“Iya kalau diibaratkan itu adalah putri angsa yang putih dan cantik.” Sambung Toska.
“Yups.. bukan putri bebek buruk rupa.” Resky melengkapi.
“Hahahaha………” Mereka berempat pun tertawa terbahak-bahak.
Lilo hanya dapat tersenyum, namun senyum Lilo bukanlah senyum kebahagiaan, Lilo merasa sangat malu kepada teman-temannya, apa yang baru saja dibicarakan oleh mereka sama sekali berbanding terbalik dengannya, dengan rambut keriting, wajah standar, dan kecerdasan yang ngepas, nilai-nilai di sekolah hanya mencapai kata lumayan, tidak terlalu bagus dan tidak juga terlalu buruk.
“Emm.. Btw lu kenapa diem aja Li?” Tanya Tika.
“Ups.. Sorry.. Kita enggak bermaksud nyindir ko.” Ucap Dito mengejek.
Selama perjalanan ia menjadi bahan ejekan, namun ia berusaha agar tidak mengindahkan ejekan teman-teman kepadanya. Tidak hanya pada saat itu saja teman-teman menjadikan ia sebagai bahan ejekan, pada saat di sekolah pun ia menjadi bahan ejekan, namun ia tetap bersabar.
Beberapa tahun kemudian saat sudah tamat dari sekolah, ia berubah, ia menggunakan pakaian yang memanjang ke bawah, lengkap dengan jilbab yang menjulur sampai perut.
“Umm…. Li.. Lilo?” Sapa seorang perempuan saat Lilo sedang berjalan menelusuri koridor sebuah gedung.
“Iya.. MasyaAllah.. Tika ya?” Sahut Lilo.
“Iya, wah… Sekarang kamu berubah ya.”
“Berubah? Apanya yang berubah Tik?” Tanya Lilo dengan senyum manis yang menghiasi wajahnya.
“Penampilan kamu makin cantik aja.”
“Innalillah.. ada-ada saja kamu Tik, aku yang sekarang ya tetap sama dengan aku yang dulu, sama dengan kamu, kamu juga tidak berubah, tetap cantik, tetap seperti putri angsa yang putih dan cantik serta kecerdasan yang sempurna dong tentunya.”
“Ah.. Kamu bisa aja Li.” Tika tersipu.
“Maaf Tik, aku harus buru-buru, aku jalan duluan ya, senang bisa jumpa dengan kamu.”
“Oh, iya Li, silahkan.”
“Assalammualaikum.”
“Wa.. Wa.. Waalaikummussalam.” Sahut Tika agak terbata-bata.
Setelah mengobrol selama beberapa menit mereka pun berpisah, Tika masih terkesima dengan penampilan Lilo yang benar-benar berubah dari Lilo yang ia kenal dulu. Mereka tidak sengaja bertemu pada sebuah gedung mewah yang akan menyelenggarakan seminar. Tidak lama kemudian acara pun dimulai, dan seorang wanita cantik dengan baju serta jilbab menjulur kebawah menaiki panggung yang telah tersedia, ia adalah pembicara inti pada seminar tersebut. Saat acara seminar usai, seluruh peserta pun berdiri dan memberikan uplost meriahnya, kalimat penutup diucapkan oleh MC, setelah itu peserta pun berhamburan mendekati pembicara yang tidak lain adalah Lilo.
“Lilo.” Terdengar suara seorang wanita memanggilnya.
Lilo mencari-cari sumber suara, dan kemudian ia menemukan seorang wanita dan tiga orang lelaki yang berdiri di sampingnya, dan tidak lain adalah Tika, Toska, Dito dan Resky. Lilo pun berjalan menghampiri mereka.
“Subhanallah, kalian rupanya, apa kabar?” Tegur Lilo.
“Baik, lu sendiri?” Sahut Dito.
“Ya elah Dit, elu mah bodohnya jangan kebangetan kenapa, enggak ngeliat apa orang baik-baik begitu, tambah cantik pula, iya enggak Li.” Celetuk Resky dengan kedipan sebelah matanya.
“Astaghfirullah.. aku Alhamdulillah baik-baik aja ko Dit.” Sahut Lilo.
“Umm… Aku salut banget deh sama kamu Li, perubahan kamu drastis banget.” Kata Tika.
“Iya benar, kamu itu berubah.” Sambung Toska.
Wajah Lilo pun menunjukkan kebingungan. “Berubah apanya?”
“Berubah pendapatku mengenai kriteria wanita cantik, wanita yang cantik itu yang seperti kamu Li, dengan gaun panjang dan rapat, plus jilbab yang menambah kecantikan kamu.” Jawab Resky.
“Berubah dari putri bebek jadi putri angsa.” Ucap mereka berempat kompak.
Lilo benar-benar kaget mendengarnya, tidak ada sepatah kata pun yang ia ucapkan, ia hanya dapat tersenyum, namun kali ini adalah senyum kebahagiaan, dan ia tidak lagi menjadi ejekan teman-temannya.
Pesonamu
Sekuntum mawar tumbuh subur di tanah lapang.
Menguncup indah dan siap tuk merekah.
Menebarkan aroma harumnya
Seekor lebah mendekat.
Beserta sejuta rasa ingin memiliki keindahan seutuhnya.
Perlahan, menebarkan sejuta pesona dengan kepastian.
Mawar pun menyambut dengan kebahagiaan.
Namun kemudian..
Berpuluh-puluh anggrek tumbuh dengan pesona yang menawan.
Menarik perhatian kumbang.
Bersiap pergi meninggalkan mawar.
Langganan:
Komentar (Atom)